Houllier Menjelaskan Kepada Judi Bola Terpercaya Kenapa Dulu Liverpool Tidak Mengontrak Ronaldo

Penandatanganan bintang Australia, Harry Kewell pada tahun 2003 dan persoalan atas besarnya gaji CR7 merupakan catatan sejarah tersendiri bagi Judi Bola Terpercaya dan The Reds atas kekalahan mereka dari Manchester United dalam mengontrak CR7.

Mantan manajer Liverpool, Gerard Houllier telah mengungkapkan bahwa kehadiran Harry Kewell di tim klub berjulukan The Reds tersebut membuat The Merseysiders tidak tertarik mengejar Cristiano Ronaldo muda.

Ronaldo baru saja berusia 18 tahun ketika dia diambil oleh Manchester United dari Sporting, dan sejak saat itu menjadi salah satu pemain terbaik di generasinya.

Di Old Trafford dan kemudian Real Madrid, bintang Portugal tersebut telah memecahkan rekor yang tak terhitung jumlahnya dan membantu kedua belah pihak meraih kemenangan di Liga Champions serta sejumlah gelar lainnya.

Namun menurut Houllier, Liverpool kalah dalam perlombaan mendapatkan tanda tangan Ronaldo karena mereka enggan mengubah struktur upah mereka untuk pesepakbola remaja fenomenal tersebut.

“Saya melihatnya di turnamen Toulon U-21 dan kami mendatanginya,” Houllier menceritakan kenangannya kepada Echo Liverpool pada hari Minggu lalu.

“Tapi kami memiliki standar gaji dan kami tidak membayar gaji seperti yang dia inginkan.

“Kemudian Manchester United bermain pertandingan persahabatan melawan Sporting Lisbon dan semua pemain remaja mereka berkata kepada Sir Alex Ferguson: ‘Kamu harus menandatanganinya’.

“Tapi saya setuju untuk tidak melanggar struktur upah, saya pikir ini akan menimbulkan masalah di ruang ganti kita.”

Alih-alih Ronaldo, Liverpool menandatangani Kewell dari Leeds United, dan bintang Australia itu menghabiskan lima musim di Anfield dalam sebuah mantra yang dikenang oleh para pendukungnya meski mengalami cedera terus menerus.

“Mungkin kami akan memenangkan gelar bersama Ronaldo, tapi kami memiliki Harry Kewell, yang luar biasa saat itu dan sangat berambisi namun mengalami cedera parah,” Houllier menambahkan.
“Setelah itu, dia tidak pernah memiliki kepercayaan diri dan keinginan yang sama lagi.”